Assalamualaikum wbt.
Saya petik satu entry dari UtusanDaily untuk tuan/puan yang membaca blog ini.
Klik tajuk dibawah
UtusanDaily: Suami Isteri...Kena Baca Nie.. (Sorry..ada unsur2 ...: Tanggungjawab Isteri Pada Suami, Syurga Assalamualaikum wbt..
gambar hiasan (Sebelum jadi balu atau janda, elok aku bagi nasi...
Thursday, October 9, 2014
Tuesday, October 7, 2014
Marah
Assalamualaikum wbt.
Gambar hiasan dari google: ini marah terlampau.
Mengikut
ahli psikologi marah merujuk kepada situasi bergelojaknya darah dalam hati
untuk menolak gangguan yang dibimbangi terjadi atau kerana ingin membalas
dendam kepada orang yang menimpakan gangguan terhadapnya.
Menurut
kajian psikologi lagi, kemampuan mengawal marah termasuk dalam kecerdasan emosi
yang sangat penting dalam kehidupan. Marah adalah antara perasaan yang paling
sukar dikawal.
Biasanya
orang yang gagal mengawal marah tidak akan dapat mengawal akal fikirannya. Dia
menjadi tidak rasional, bertindak kasar, ganas dan adakalanya sangat kejam.
Apabila marah reda, barulah si pemarah menyesali tindakannya.
Cara mudah
lupa marah, 1. Ambil tasbih mulakan zikir SubhanAllah, Alhamdulillah, Lai Illah…,
Allah huakbar.
Firman
Allah;
Terjemahan,
“Dan segeralah kamu kepada ampunan tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumiyang disediakan untuk orang bertakwa.
Orang yang menafkahkan hartanya, baik pada waktu lapang dan sempit dan orang yang menahan marahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah mengasihi orang yang berbuat kebajikan”
(Ali ‘Imran 3: 133 – 134)
1. Hakikatnya; manusia biasa akan terus marah, malah berdendam
2. Allah suruh segera taubat kerana ganjarannya adalah syurga.
3. Sebagai individu muslim. saya mohon maaf dari semua orang yang mana saya telah timbulkan kemarahan mereka secara sedar atau tidak.
Thursday, October 2, 2014
Katakan tidak untuk haji selfie
Assalamualaikum
wbt.
hjlutfi-choras; Artikel
dibawah dicatat oleh ustazcyber , sama-sama kita lihat dan kaji samada wujud
sifat, riak, ujub secara sedar atau tidak dalam diri setiap jemaah.
MAKKAH –
Demam Selfie telah melanda sebagian para jamaah haji dalam beberapa hari.
Mereka berfoto ria dengan pose sambil berdoa di beberapa tempat suci. Mereka
merekam diri mereka yang sedang berjalan di sekitar Ka’bah, mencium Hajar
Aswad, duduk di dekat gunung Safa atau Marwa atau berdiri di dekat kubah hijau
masjid Nabawi.
Banyak para ulama dan para jamaah lain yang kecewa dan mengecam perilaku selfie berlebihan dari para jamaah.
“Di Madinah, saya melihat sebuah keluarga sedang menghadap matahari, mengangkat tangan mereka seolah-olah mereka sedang berdoa. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan. Tapi kemudian saya melihat seseorang di depan mereka mengambil foto mereka,” kata Zahra Muhammad, (27), seorang guru Agama Islam di Riyadh, sebagaimana disiarkan oleh Arab News, Rabu (1/9/2014)
“Saya telah melihat para jamaah di Masjid Al-Haram berfoto selfie dengan berlatar belakang Ka’bah dan foto selfie ini kemudian diposting di Facebook membuatnya menjadi pembicaraan di media sosial dan merusak nilai ibadah dengan perilaku pamer itu, tambahnya.
Dorongan untuk mendokumentasikan setiap gerakan mereka di masjid-masjid suci di Makkah dan Madinah, dan berbagi momen berharga dengan teman dan keluarga di media sosial telah menyebabkan sebagian jamaah menggunakan ponsel mereka di masjid-masjid suci itu ketimbang mereka gunakan untuk hal lain.
Banyak yang meyakini bahwa perilaku seperti itu dapat menjadi pencegah untuk mencapai kekhusyu’an dan ketenangan saat melakukan ibadah.
Seorang ulama yang berbasis di Jeddah, Sheikh Assim Al-Hakeem, mengatakan: “Berfoto tanpa alasan yang sah masih menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Namun, meskipun terjadi perbedaan pendapat, tidak boleh ada perselisihan apapun dalam arti dan esensi di balik dari pelaksanaan ibadah haji. Hal ini didasarkan pada ketulusan dan mengikuti sunnah. Nabi (saw) ketika beliau menunaikan ibadah haji, beliau berdoa: Ya Allah, saya memohon kepada-Mu haji yang tidak mengandung kesombongan atau pamer. Mengambil foto selfies dan video tersebut tentu bertentangan dengan keinginan Nabi kami.”
Ulama terkenal Sheikh Abdul Razzaq Al-Badr memperingatkan terhadap perilaku jamaah yang suka berfoto ria selama menunaikan ibadah haji. Ia mengatakan: “Ketika Nabi (saw) mencapai Miqaat ia akan berkata: Ya Allah jadikanlah haji ini tanpa riya (pamer) dan tanpa berusaha untuk didengar orang. permohonan ini beliau ucapkan di Miqaat. Dan setelah melakukan permohonan ini diikuti dengan tindakan dan berjuang untuk melawan hawa nafsu. Tapi sekarang di Miqaat banyak orang yang mengambil gambar sebagai kenang-kenangan. Mereka berfoto pada saat tawaf, wukuf di Arafah, dan saat sedang melempar jumrah.”
“Seolah-olah tujuan dari perjalanan ini hanyalah untuk berfoto, bukan beribadah. Dan ketika mereka kembali ke rumah mereka berkata: ‘Ayo lihatlah saya, ini saya di Arafat, ini saya di Muzdalifah! Dan kami telah melihat beberapa orang ketika mereka siap untuk mengambil foto mereka mengangkat tangan mereka dengan pose sedang berdoa dengan khusyu’. Dan kemudian setelah mereka selesai berfoto mereka menurunkan tangan mereka, katanya.
Tren foto selfie memang sedang hangat saat ini dan marak di kalangan para artis atau selebritis. Namun, seperti yang telah disaksikan dalam beberapa hari terakhir, tampaknya para jamaah yang sedang menunaikan inadah haji pun tidak mau ketinggalan dalam mengikuti tren dunia, bahkan jika perilaku mereka bertentangan dengan apa yang dianjurkan oleh Nabi.
Booming mendadak selfies dan pemotretan di di beberapa tempat suci juga sebagian bersar akibat peningkatan penjualan dan penggunaan smartphone.
Sampai beberapa tahun yang lalu, ponsel kamera dilarang dibawa ke dalam masjid suci, meskipun beberapa jamaah haji berhasil lolos dengan membawa kamera.
Namun, pihak berwenang tampaknya tidak terlalu ketat dalam memberlakukan pelarangan ini karena tidak jarang terlihat banyak jamaah yang berpose dengan latar belakang Ka’bah, dan berfoto ria dengan senang hati, meskipun penjaga di pintu masuk masjid telah memberitahukan bahwa orang-orang dilarang membawa kamera memasuki masjid.
“Saya sedang shalat Jum’at di Masjid Al-Haram tapi beberapa orang terus datang ke depan saya untuk merekam khutbah dengan kamera mereka. Kira-kira apa yang terjadi pada kekhusyu’an seseorang dalam situasi seperti ini,” kata Ahmad, salah seorang warga asing yang tinggal di Jeddah yang menuaikan ibadah haji tahun ini.
“Jumlah orang yang pernah kulihat membawa kamera di dalam Masjid Haram mungkin berjumlah ribuan selama umrah tahun lalu, dan begitu banyak orang memiliki ponsel kamera, itu adalah endemik yang tidak mudah untuk dihentikan,” tambahnya.
Ahmad menegaskan bahwa para ketua rombongan jamaah haji harus menginformasikan kepada anggota kelompok mereka terkait penggunaan kamera yang berlebihan agar tidak mengganggu diri sendiri dan orang lain dari tujuan utama untuk mencapai haji mabrur.
((Arrahmah.com))
Banyak para ulama dan para jamaah lain yang kecewa dan mengecam perilaku selfie berlebihan dari para jamaah.
“Di Madinah, saya melihat sebuah keluarga sedang menghadap matahari, mengangkat tangan mereka seolah-olah mereka sedang berdoa. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan. Tapi kemudian saya melihat seseorang di depan mereka mengambil foto mereka,” kata Zahra Muhammad, (27), seorang guru Agama Islam di Riyadh, sebagaimana disiarkan oleh Arab News, Rabu (1/9/2014)
“Saya telah melihat para jamaah di Masjid Al-Haram berfoto selfie dengan berlatar belakang Ka’bah dan foto selfie ini kemudian diposting di Facebook membuatnya menjadi pembicaraan di media sosial dan merusak nilai ibadah dengan perilaku pamer itu, tambahnya.
Dorongan untuk mendokumentasikan setiap gerakan mereka di masjid-masjid suci di Makkah dan Madinah, dan berbagi momen berharga dengan teman dan keluarga di media sosial telah menyebabkan sebagian jamaah menggunakan ponsel mereka di masjid-masjid suci itu ketimbang mereka gunakan untuk hal lain.
Banyak yang meyakini bahwa perilaku seperti itu dapat menjadi pencegah untuk mencapai kekhusyu’an dan ketenangan saat melakukan ibadah.
Seorang ulama yang berbasis di Jeddah, Sheikh Assim Al-Hakeem, mengatakan: “Berfoto tanpa alasan yang sah masih menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Namun, meskipun terjadi perbedaan pendapat, tidak boleh ada perselisihan apapun dalam arti dan esensi di balik dari pelaksanaan ibadah haji. Hal ini didasarkan pada ketulusan dan mengikuti sunnah. Nabi (saw) ketika beliau menunaikan ibadah haji, beliau berdoa: Ya Allah, saya memohon kepada-Mu haji yang tidak mengandung kesombongan atau pamer. Mengambil foto selfies dan video tersebut tentu bertentangan dengan keinginan Nabi kami.”
Ulama terkenal Sheikh Abdul Razzaq Al-Badr memperingatkan terhadap perilaku jamaah yang suka berfoto ria selama menunaikan ibadah haji. Ia mengatakan: “Ketika Nabi (saw) mencapai Miqaat ia akan berkata: Ya Allah jadikanlah haji ini tanpa riya (pamer) dan tanpa berusaha untuk didengar orang. permohonan ini beliau ucapkan di Miqaat. Dan setelah melakukan permohonan ini diikuti dengan tindakan dan berjuang untuk melawan hawa nafsu. Tapi sekarang di Miqaat banyak orang yang mengambil gambar sebagai kenang-kenangan. Mereka berfoto pada saat tawaf, wukuf di Arafah, dan saat sedang melempar jumrah.”
“Seolah-olah tujuan dari perjalanan ini hanyalah untuk berfoto, bukan beribadah. Dan ketika mereka kembali ke rumah mereka berkata: ‘Ayo lihatlah saya, ini saya di Arafat, ini saya di Muzdalifah! Dan kami telah melihat beberapa orang ketika mereka siap untuk mengambil foto mereka mengangkat tangan mereka dengan pose sedang berdoa dengan khusyu’. Dan kemudian setelah mereka selesai berfoto mereka menurunkan tangan mereka, katanya.
Tren foto selfie memang sedang hangat saat ini dan marak di kalangan para artis atau selebritis. Namun, seperti yang telah disaksikan dalam beberapa hari terakhir, tampaknya para jamaah yang sedang menunaikan inadah haji pun tidak mau ketinggalan dalam mengikuti tren dunia, bahkan jika perilaku mereka bertentangan dengan apa yang dianjurkan oleh Nabi.
Booming mendadak selfies dan pemotretan di di beberapa tempat suci juga sebagian bersar akibat peningkatan penjualan dan penggunaan smartphone.
Sampai beberapa tahun yang lalu, ponsel kamera dilarang dibawa ke dalam masjid suci, meskipun beberapa jamaah haji berhasil lolos dengan membawa kamera.
Namun, pihak berwenang tampaknya tidak terlalu ketat dalam memberlakukan pelarangan ini karena tidak jarang terlihat banyak jamaah yang berpose dengan latar belakang Ka’bah, dan berfoto ria dengan senang hati, meskipun penjaga di pintu masuk masjid telah memberitahukan bahwa orang-orang dilarang membawa kamera memasuki masjid.
“Saya sedang shalat Jum’at di Masjid Al-Haram tapi beberapa orang terus datang ke depan saya untuk merekam khutbah dengan kamera mereka. Kira-kira apa yang terjadi pada kekhusyu’an seseorang dalam situasi seperti ini,” kata Ahmad, salah seorang warga asing yang tinggal di Jeddah yang menuaikan ibadah haji tahun ini.
“Jumlah orang yang pernah kulihat membawa kamera di dalam Masjid Haram mungkin berjumlah ribuan selama umrah tahun lalu, dan begitu banyak orang memiliki ponsel kamera, itu adalah endemik yang tidak mudah untuk dihentikan,” tambahnya.
Ahmad menegaskan bahwa para ketua rombongan jamaah haji harus menginformasikan kepada anggota kelompok mereka terkait penggunaan kamera yang berlebihan agar tidak mengganggu diri sendiri dan orang lain dari tujuan utama untuk mencapai haji mabrur.
((Arrahmah.com))
Tuesday, September 30, 2014
Siapakah orang yang membuat kebajikan ?
Assalamualaikum wbt.
Terjemahan
Keterangan ringkas
1. Timur adalah arah kiblat orang Nasrani
2. Barat adalah arah kiblat orang Yahudi
3. Yahudi dan Nasrani masing-masing mengakui mereka adalah baik.
Lalu wahyu, 2 :177 menerangkan maksud kebaikan sekaligus orang yang melakukan kebaikan seperti ayat tersebut adalah orang yang bertakwa.
Kebaikan dalam ayat tersebut.
1. Beriman kpd Allah
2. Beriman kpd hari Akhirat
3. Beriman kpd malaikat
4. Beriman kpd kitab-kitab
5. Beriman kpd Nabi- Nabi
6. Mengerjakan solat
7. Mengeluarkan zakat
8. Derma harta
- kpd kaum kerabat
- anak yatim
- orang miskin
- orang terlantar dalam perjalanan
- Orang meminta
- utk memerdekakan hamba abdi
9. Menyempurnakan janji
10. Sabar
- dlm kesempitan
- dlm masa sakit
- semasa bertempur perang sabil.
rujuk kitab tafsir Al Munir juzuk 2
Terjemahan
Bukanlah
perkara kebajikan itu hanya kamu menghadapkan muka ke pihak timur dan barat,
tetapi kebajikan itu ialah berimannya seseorang kepada Allah, dan hari akhirat,
dan segala malaikat, dan segala Kitab, dan sekalian Nabi; dan mendermanya
seseorang akan hartanya sedang ia menyayanginya, - kepada kaum kerabat, dan
anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan orang yang terlantar dalam
perjalanan, dan kepada orang-orang yang meminta, dan untuk memerdekakan
hamba-hamba abdi; dan mengerjanya seseorang akan sembahyang serta mengeluarkan
zakat; dan perbuatan orang-orang yang menyempurnakan janjinya apabila mereka
membuat perjanjian; dan ketabahan orang-orang yang sabar dalam masa kesempitan,
dan dalam masa kesakitan, dan juga dalam masa bertempur dalam perjuangan perang
Sabil. orang-orang yang demikian sifatnya), mereka itulah orang-orang yang
benar (beriman dan mengerjakan kebajikan); dan mereka itulah juga orang-orang
yang bertaqwa.
Keterangan ringkas
1. Timur adalah arah kiblat orang Nasrani
2. Barat adalah arah kiblat orang Yahudi
3. Yahudi dan Nasrani masing-masing mengakui mereka adalah baik.
Lalu wahyu, 2 :177 menerangkan maksud kebaikan sekaligus orang yang melakukan kebaikan seperti ayat tersebut adalah orang yang bertakwa.
Kebaikan dalam ayat tersebut.
1. Beriman kpd Allah
2. Beriman kpd hari Akhirat
3. Beriman kpd malaikat
4. Beriman kpd kitab-kitab
5. Beriman kpd Nabi- Nabi
6. Mengerjakan solat
7. Mengeluarkan zakat
8. Derma harta
- kpd kaum kerabat
- anak yatim
- orang miskin
- orang terlantar dalam perjalanan
- Orang meminta
- utk memerdekakan hamba abdi
9. Menyempurnakan janji
10. Sabar
- dlm kesempitan
- dlm masa sakit
- semasa bertempur perang sabil.
rujuk kitab tafsir Al Munir juzuk 2
Thursday, September 25, 2014
IQ, EQ, SQ & TQ
Assalamualaikum wbt.
Ini dari
blog wacanaku.blogspot.com
5) Tahap IQ dan EQ..
Haaa.....ni penting der....jangan main-main.... orang yang ada tahap EQ yang rendah...suka marah-marah ikut suka hati.... dia tak tahan marah tu...asyik nak lepas jer... tahap IQ rendah pulak....selalu mengambil jalan penyelesaian yang singkat walaupun merosakkan hubungan korang sekalipun.... Takde diplomasi! Ingat tau.... IQ dan EQ tinggi tak semesti belajar tinggi-tinggi.....
Haaa.....ni penting der....jangan main-main.... orang yang ada tahap EQ yang rendah...suka marah-marah ikut suka hati.... dia tak tahan marah tu...asyik nak lepas jer... tahap IQ rendah pulak....selalu mengambil jalan penyelesaian yang singkat walaupun merosakkan hubungan korang sekalipun.... Takde diplomasi! Ingat tau.... IQ dan EQ tinggi tak semesti belajar tinggi-tinggi.....
hjlutfi-choras
no komen dah lupa... lama dah tak buat ujian IQ, EQ. SQ sebab selalu guna sorry dan TQ (thank you)
Wednesday, September 10, 2014
Menghantar Jemaah Ke Tanah Suci Makkah
Assalamualaikum wbt.
10/09/2014 - Masjid Al-Jawahir, Pengkalan Balak, Melaka.
Pasangan jemaah ke tiga yang memilih masjid sebagai 'tempat mula musafir' untuk menunaikan fardu haji. Hj Yusuf dan isteri adalah ahli qariah masjid yang istiqamah solat berjemaah di masjid Al Jawahir.
Selepas solat zuhur imam Hj Ibrahim membacakan doa selamat serta di aminkan oleh jemaah yang hadir.
saudara mara Hj Yusuf yang bersedia untuk menghantar ke Kelana Jaya.
Doa saya, semoga Allah memudahkan perjalanan dan ibadat, semoga mendapat haji yang mabrur.
Wednesday, September 3, 2014
Tanda -tanda kekuasaan Allah
Assalamualaikum wbt
Dan di antara tanda-tanda yang
membuktikan kekuasaanNya (menghidupkan kamu semula), bahawa Ia menciptakan kamu
dari tanah; setelah sempurna sahaja peringkat-peringkat kejadian kamu, kamu
menjadi manusia yang hidup bertebaran di muka bumi. Ar rum:20
Dan di antara tanda-tanda yang
membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Ia menciptakan untuk kamu (wahai
kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati
dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri)
perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu
mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang
yang berfikir. Ar rum: 21
Subscribe to:
Posts (Atom)






