Tuesday, October 21, 2014

Kepulangan Haji dan Hajjah

 
 
Assalamualaikum wbt
 
Semoga membawa pulang haji yang mabrur,
 

 

Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan amalan ibadat Haji kamu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebut dan mengingati Allah (dengan membesarkanNya) sebagaimana kamu dahulu menyebut-nyebut (memuji-muji) datuk nenek kamu, bahkan dengan sebutan yang lebih lagi. Dalam pada itu, ada di antara manusia yang (berdoa dengan) berkata: “Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan) di dunia”. (orang-orang ini diberikan kebaikan di dunia) dan tidak ada baginya sedikitpun kebaikan di akhirat.[2:200]
 
 
 

 
Dan di antara mereka pula ada yang (berdoa dengan) berkata: “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka”. [2: 201]
Mereka itulah yang akan mendapat bahagian yang baik dari apa yang telah mereka usahakan; dan Allah amat cepat hitunganNya[2:202]
hjlutfi: kepada sahabat-sahabat dan semua yang membaca entry ini, (Nabi Ibrahim AS telah menyeru supaya mengerjakan ibadat haji)
Saya mengajak, segeralah mendaftar untuk mengerjakan haji,(buka akaun TH dan daftar haji, jangan salah faham antara buka akaun dan daftar haji, daftar haji sekurang-kurangnya ada RM 1300 dalam akaun, kalau dah daftar dan giliran lambat lagi, segeralah buat surat rayuan supaya dapat pergi mengerjakan haji dalam usia sekarang.

Wednesday, October 15, 2014

Sebutan "Insya Allah" adalah amalan yang baik

 

Assalamualaikum wbt.

Perkataan atau sebutan Isnya Allah yang sering anda dengar dari kawan-kawan Islam, adalah sebutan yang menerangkan bahawa kita tidak mampu berbuat apa-apa melainkan dengan izin dari  Allah.

Setiap masa, kita akan bergantung kepada Allah, setiap kejayaan kita adalah dengan izin dari Allah, kita hanya mampu berusaha bersungguh-sungguh, jika gagal , itu telah ditetapkan oleh Allah.

Kita kena yakin bahawa  Allah tak akan menghampakan usaha bersungguh-sungguh.

 

Insya Allah adalah amalan akhlak yang mulia, ucapannya kan memberi erti bahawa kita hanya bergantung harap kepada Allah setiap masa, hati kita bergantung kepada Allah, perbuatan kita bergantung kepada Allah,  Ucapan Inysa Allah hendaklah seiring dengan niat dan tekad kita untuk melaksanakan apa yang di “Insya Allah”kan. Bukan menjadikan Insya Allah sebagai mainan lafaz untuk tidak melakukannya terutama janji yang di menterai.

Kerja bertangguh tidak menjadi, jangan tangguhkan kerja, sebaliknya berusaha menyiapkan kerja, dan kerja yang tidak siap barulah kita letakkan “Insya Allah” sebagai ‘janji’  untuk disiapkan di waktu lain. Janji tadi akan terlaksana hanya dengan Izin dari Allah.
 
 
18:23 Jangan sekali-kali engkau katakan, “Ini akan kukerjakan besok”
 
18:24 Tapi katakanlah, “Insya Allah”
Dan Ingatlah kepada Tuhanmu jika engkau lupa, dan katakanlah, “semoga Tuhanku memberiku petunjuk menemukan jalan yang lebih dekat kepada kebenaran.”
Sila rujuk Al Quran,  surah Al Kahfi 18: 23 -24
Surah yang boleh dijadikan amalan bacaannya setiap hari Jumaat, 110 ayat, panjang…,
cara mudah nak habiskannya, (cadangan saja, kepada yang kurang mampu menghabis sekaligus, cadangan ini bukan kafiat amalan surah Al Kahfi, sekadar cara penyelesaian untuk habiskan 110 ayat surah tersebut,)
selepas maghrib, 16 ayat (1-16),
selepas Isyak 15 ayat (17 -31),
selepas subuh 19 ayat (32 -50),
Sebelum Zuhur  24 ayat (51 – 74),
Selepas Zuhur  24 ayat (75 -98)
Dan
Selepas Asar  12 ayat. (99 – 110)
 
Atau peruntukan sedikit waktu untuk bacaan sekaligus, itu adalah lebih baik.
Banyak khasiat dan mujarabnya surah Kahfi ini, jadikan amalan selalu, antara khasiatnya adalah bebas dari fitnah Dajjal. Insya Allah.

 
 


Thursday, October 9, 2014

UtusanDaily: Suami Isteri...Kena Baca Nie.. (Sorry..ada unsur2 ...

Assalamualaikum wbt.
Saya petik satu entry dari UtusanDaily untuk tuan/puan yang membaca blog ini.
Klik tajuk  dibawah
UtusanDaily: Suami Isteri...Kena Baca Nie.. (Sorry..ada unsur2 ...: Tanggungjawab Isteri Pada Suami, Syurga   Assalamualaikum wbt..

gambar hiasan (Sebelum jadi balu atau janda, elok aku bagi nasi...

Tuesday, October 7, 2014

Marah

 
Assalamualaikum wbt.
 
 
 
 
 
Gambar hiasan dari google: ini marah terlampau.
 
 

Mengikut ahli psikologi marah merujuk kepada situasi bergelojaknya darah dalam hati untuk menolak gangguan yang dibimbangi terjadi atau kerana ingin membalas dendam kepada orang yang menimpakan gangguan terhadapnya.

 

Menurut kajian psikologi lagi, kemampuan mengawal marah termasuk dalam kecerdasan emosi yang sangat penting dalam kehidupan. Marah adalah antara perasaan yang paling sukar dikawal.

 

Biasanya orang yang gagal mengawal marah tidak akan dapat mengawal akal fikirannya. Dia menjadi tidak rasional, bertindak kasar, ganas dan adakalanya sangat kejam. Apabila marah reda, barulah si pemarah menyesali tindakannya.

 

Cara mudah lupa marah, 1. Ambil tasbih mulakan zikir SubhanAllah, Alhamdulillah, Lai Illah…, Allah huakbar.

 

Firman Allah;



Terjemahan,

“Dan segeralah kamu kepada ampunan tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumiyang disediakan untuk orang bertakwa.
 Orang yang menafkahkan hartanya, baik pada waktu lapang dan sempit dan orang yang menahan marahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah mengasihi orang yang berbuat kebajikan”

(Ali ‘Imran 3: 133 – 134)
 
1. Hakikatnya; manusia biasa akan terus marah, malah berdendam
2. Allah suruh segera taubat kerana ganjarannya adalah syurga.
3. Sebagai individu muslim. saya mohon maaf dari semua orang yang mana saya telah timbulkan kemarahan mereka secara sedar atau tidak.
 

Thursday, October 2, 2014

Katakan tidak untuk haji selfie


Assalamualaikum wbt.

hjlutfi-choras; Artikel dibawah dicatat oleh ustazcyber , sama-sama kita lihat dan kaji samada wujud sifat, riak, ujub secara sedar atau tidak dalam diri setiap jemaah.

 

MAKKAH – Demam Selfie telah melanda sebagian para jamaah haji dalam beberapa hari. Mereka berfoto ria dengan pose sambil berdoa di beberapa tempat suci. Mereka merekam diri mereka yang sedang berjalan di sekitar Ka’bah, mencium Hajar Aswad, duduk di dekat gunung Safa atau Marwa atau berdiri di dekat kubah hijau masjid Nabawi.

Banyak para ulama dan para jamaah lain yang kecewa dan mengecam perilaku selfie berlebihan dari para jamaah.

“Di Madinah, saya melihat sebuah keluarga sedang menghadap matahari, mengangkat tangan mereka seolah-olah mereka sedang berdoa. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan. Tapi kemudian saya melihat seseorang di depan mereka mengambil foto mereka,” kata Zahra Muhammad, (27), seorang guru Agama Islam di Riyadh, sebagaimana disiarkan oleh Arab News, Rabu (1/9/2014)


“Saya telah melihat para jamaah di Masjid Al-Haram berfoto selfie dengan berlatar belakang Ka’bah dan foto selfie ini kemudian diposting di Facebook membuatnya menjadi pembicaraan di media sosial dan merusak nilai ibadah dengan perilaku pamer itu, tambahnya.

Dorongan untuk mendokumentasikan setiap gerakan mereka di masjid-masjid suci di Makkah dan Madinah, dan berbagi momen berharga dengan teman dan keluarga di media sosial telah menyebabkan sebagian jamaah menggunakan ponsel mereka di masjid-masjid suci itu ketimbang mereka gunakan untuk hal lain.

Banyak yang meyakini bahwa perilaku seperti itu dapat menjadi pencegah untuk mencapai kekhusyu’an dan ketenangan saat melakukan ibadah.

Seorang ulama yang berbasis di Jeddah, Sheikh Assim Al-Hakeem, mengatakan: “Berfoto tanpa alasan yang sah masih menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Namun, meskipun terjadi perbedaan pendapat, tidak boleh ada perselisihan apapun dalam arti dan esensi di balik dari pelaksanaan ibadah haji. Hal ini didasarkan pada ketulusan dan mengikuti sunnah. Nabi (saw) ketika beliau menunaikan ibadah haji, beliau berdoa: Ya Allah, saya memohon kepada-Mu haji yang tidak mengandung kesombongan atau pamer. Mengambil foto selfies dan video tersebut tentu bertentangan dengan keinginan Nabi kami.”

Ulama terkenal Sheikh Abdul Razzaq Al-Badr memperingatkan terhadap perilaku jamaah yang suka berfoto ria selama menunaikan ibadah haji. Ia mengatakan: “Ketika Nabi (saw) mencapai Miqaat ia akan berkata: Ya Allah jadikanlah haji ini tanpa riya (pamer) dan tanpa berusaha untuk didengar orang. permohonan ini beliau ucapkan di Miqaat. Dan setelah melakukan permohonan ini diikuti dengan tindakan dan berjuang untuk melawan hawa nafsu. Tapi sekarang di Miqaat banyak orang yang mengambil gambar sebagai kenang-kenangan. Mereka berfoto pada saat tawaf, wukuf di Arafah, dan saat sedang melempar jumrah.”

“Seolah-olah tujuan dari perjalanan ini hanyalah untuk berfoto, bukan beribadah. Dan ketika mereka kembali ke rumah mereka berkata: ‘Ayo lihatlah saya, ini saya di Arafat, ini saya di Muzdalifah! Dan kami telah melihat beberapa orang ketika mereka siap untuk mengambil foto mereka mengangkat tangan mereka dengan pose sedang berdoa dengan khusyu’. Dan kemudian setelah mereka selesai berfoto mereka menurunkan tangan mereka, katanya.

Tren foto selfie memang sedang hangat saat ini dan marak di kalangan para artis atau selebritis. Namun, seperti yang telah disaksikan dalam beberapa hari terakhir, tampaknya para jamaah yang sedang menunaikan inadah haji pun tidak mau ketinggalan dalam mengikuti tren dunia, bahkan jika perilaku mereka bertentangan dengan apa yang dianjurkan oleh Nabi.

Booming mendadak selfies dan pemotretan di di beberapa tempat suci juga sebagian bersar akibat peningkatan penjualan dan penggunaan smartphone.

Sampai beberapa tahun yang lalu, ponsel kamera dilarang dibawa ke dalam masjid suci, meskipun beberapa jamaah haji berhasil lolos dengan membawa kamera.

Namun, pihak berwenang tampaknya tidak terlalu ketat dalam memberlakukan pelarangan ini karena tidak jarang terlihat banyak jamaah yang berpose dengan latar belakang Ka’bah, dan berfoto ria dengan senang hati, meskipun penjaga di pintu masuk masjid telah memberitahukan bahwa orang-orang dilarang membawa kamera memasuki masjid.

“Saya sedang shalat Jum’at di Masjid Al-Haram tapi beberapa orang terus datang ke depan saya untuk merekam khutbah dengan kamera mereka. Kira-kira apa yang terjadi pada kekhusyu’an seseorang dalam situasi seperti ini,” kata Ahmad, salah seorang warga asing yang tinggal di Jeddah yang menuaikan ibadah haji tahun ini.

“Jumlah orang yang pernah kulihat membawa kamera di dalam Masjid Haram mungkin berjumlah ribuan selama umrah tahun lalu, dan begitu banyak orang memiliki ponsel kamera, itu adalah endemik yang tidak mudah untuk dihentikan,” tambahnya.

Ahmad menegaskan bahwa para ketua rombongan jamaah haji harus menginformasikan kepada anggota kelompok mereka terkait penggunaan kamera yang berlebihan agar tidak mengganggu diri sendiri dan orang lain dari tujuan utama untuk mencapai haji mabrur.

((
Arrahmah.com))

Tuesday, September 30, 2014

Siapakah orang yang membuat kebajikan ?

Assalamualaikum wbt.








Terjemahan


Bukanlah perkara kebajikan itu hanya kamu menghadapkan muka ke pihak timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah berimannya seseorang kepada Allah, dan hari akhirat, dan segala malaikat, dan segala Kitab, dan sekalian Nabi; dan mendermanya seseorang akan hartanya sedang ia menyayanginya, - kepada kaum kerabat, dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan orang yang terlantar dalam perjalanan, dan kepada orang-orang yang meminta, dan untuk memerdekakan hamba-hamba abdi; dan mengerjanya seseorang akan sembahyang serta mengeluarkan zakat; dan perbuatan orang-orang yang menyempurnakan janjinya apabila mereka membuat perjanjian; dan ketabahan orang-orang yang sabar dalam masa kesempitan, dan dalam masa kesakitan, dan juga dalam masa bertempur dalam perjuangan perang Sabil. orang-orang yang demikian sifatnya), mereka itulah orang-orang yang benar (beriman dan mengerjakan kebajikan); dan mereka itulah juga orang-orang yang bertaqwa.


Keterangan ringkas

1. Timur adalah arah kiblat orang Nasrani
2. Barat adalah arah kiblat orang Yahudi
3. Yahudi dan Nasrani masing-masing mengakui mereka adalah baik.

Lalu wahyu,  2 :177 menerangkan maksud kebaikan sekaligus orang yang melakukan kebaikan seperti ayat tersebut adalah orang yang bertakwa.

Kebaikan dalam ayat tersebut.

1. Beriman kpd Allah
2. Beriman kpd hari Akhirat
3. Beriman kpd malaikat
4. Beriman kpd kitab-kitab
5. Beriman kpd Nabi- Nabi
6. Mengerjakan solat
7. Mengeluarkan zakat
8. Derma harta
     - kpd kaum kerabat
     - anak yatim
     - orang miskin
     - orang terlantar dalam perjalanan
     - Orang meminta
     - utk memerdekakan hamba abdi
9. Menyempurnakan janji
10. Sabar
      - dlm kesempitan
      - dlm masa sakit
      - semasa bertempur perang sabil.

rujuk kitab tafsir Al Munir juzuk 2

Thursday, September 25, 2014

IQ, EQ, SQ & TQ

 
Assalamualaikum wbt.
 
 





Ini dari blog wacanaku.blogspot.com

5) Tahap IQ dan EQ..
Haaa.....ni penting der....jangan main-main.... orang yang ada tahap EQ yang rendah...suka marah-marah ikut suka hati.... dia tak tahan marah tu...asyik nak lepas jer... tahap IQ rendah pulak....selalu mengambil jalan penyelesaian yang singkat walaupun merosakkan hubungan korang sekalipun.... Takde diplomasi! Ingat tau.... IQ dan EQ tinggi tak semesti belajar tinggi-tinggi.....
 
hjlutfi-choras
no komen dah lupa... lama dah tak buat ujian IQ, EQ. SQ sebab selalu guna  sorry dan TQ (thank you)